5 Fakta Terunik Candi Borobudur yang Kalian Perlu Tahu

Jakarta – Sebagai mahakarya arsitektur Indonesia, Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah menyimpan banyak fakta menarik. Meski peninggalan bersejarah ini sangat terkenal, ada sejumlah rahasia yang belum diketahui khalayak.

Megahnya bangunan dengan arsitektur unik Candi Borobudur selalu membuat para wisatawan terpesona. Berikut ini fakta-fakta menarik tentang Candi Borobudur, dihimpun detikINET dari berbagai sumber, Jumat (10/9/2021):

1. Menyimpan ilmu Matematika canggih

Banyak ilmuwan modern meneliti Candi Borobudur lewat pendekatan ilmu yang disebut dengan Etnomatematika. Etnomatematika adalah Matematika yang tumbuh dan berkembang dari suatu budaya dan kelompok etnis tertentu.

Dari situ, para ilmuwan bersepakat kalau Candi Borobudur adalah bangunan dengan rumus Geometri Fraktal. Ini adalah cabang matematika mengenai bentuk yang memiliki pola berulang dengan detail tak terhingga yang dihasilkan dari pola rekursif.

Ilmu Matematika canggih ini seperti menjadi rahasia Candi Borobudur yang baru terungkap di zaman modern. Penelitian geometri fraktal di Candi Borobudur menghasilkan ratusan paper ilmiah.

2. Peninggalan Dinasti Syailendra

Candi Borobudur dibangun pada abad ke-8 dan 9 sekitar tahun 800 masehi pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra. Pembangunannya diprediksi membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun sampai benar-benar rampung pada masa pemerintahan Raja Samaratungga tahun 825 masehi.

Meski selesai dibangun, tidak ada catatan sejarah yang menjelaskan siapa sosok yang membangun Candi Borobudur. Pasalnya, pada masa itu agama Hindu dan Buddha berkembang bersamaan di Pulau Jawa. Dinasti Syailendra tercatat sebagai penganut agama Buddha aliran Mahayana sementara di sekitar Borobudur juga terdapat penganut Hindu aliran Siwa.

3. Rahasia di Balik Bentuk Candi Borobudur

Sebagai Candi Buddha terbesar di dunia sekaligus monumen Buddha terbesar di dunia melansir laman Kemdikbud, Candi Borobudur memiliki bentuk struktur seperti punden berundak yang semakin ke atas semakin mengecil dengan empat buah tangga yang terdapat pada setiap arah mata angin.

Candi Borobudur memiliki panjang 121,66 meter dengan lebar 121,38 meter dan tinggi 35,40 meter. Menurut filsafat Buddha, struktur tingkatan Candi Borobudur merupakan tiruan alam semesta akan roda kehidupan. Terdapat tiga tingkatan pada struktur Candi Borobudur:

Kamadhatu: bagian terbawah candi yang melambangkan alam bawah, menggambarkan perilaku manusia yang masih terikat oleh nafsu duniawi

Rupadhatu: Bagian tengah candi yang melambangkan alam antara, menggambarkan perilaku manusia yang sudah mulai meninggalkan keinginan duniawi, akan tetapi masih terikat oleh dunia nyata

Arupadhatu: bagian atas candi yang melambangkan alam atas, menggambarkan unsur tak berwujud dan sebagai tanda tingkatan yang telah meninggalkan nafsu duniawi.

4. Sempat terkubur berabad-abad

Kemegahan Candi Borobudur sempat sirna selama berabad-abad karena terkubur di bawah lapisan tanah dan debu vulkanik yang kemudian ditumbuhi pohon dan semak belukar hingga menyerupai bukit.

Tidak diketahui alasan pasti Borobudur ditinggalkan penduduknya saat itu. Teori sejarah mengarah pada erupsi Gunung Merapi dan beralihnya keyakinan penduduk dari Budha ke Islam.

Kembalinya kemasyhuran Candi Borobudur terjadi pada masa Thomas Stamford Raffles saat menjabat sebagai Gubernur Jenderal di Pulau Jawa pada 1811. Penemuan kembali terjadi saat Raffles mendengar terdapat sebuah bangunan besar tersembunyi jauh di dalam hutan dekat desa Bumisegoro.

Raffles kemudian mengutus seorang Insinyur Belanda bernama Christian Cornelius untuk memeriksanya. Tersiarnya kabar penemuan kembali Borobudur juga menjadi malapetaka terjadinya kerusakan di banyak tempat. Sampai pada akhir 1960-an pemerintah Indonesia meminta bantuan kepada UNESCO untuk mengatasi permasalahan di Candi Borobudur.

Dalam sejarah Candi Borobudur, renovasinya menghabiskan waktu yang lama dan biaya yang besar sampai penetapan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1991.

5. Fungsi Candi Borobudur

Selain sebagai tempat wisata, Candi Borobudur kini berfungsi sebagai tempat ziarah umat Buddha sedunia untuk menuntun umat manusia meninggalkan nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Dalam perjalanannya, peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan 1.460 relief yang terukir pada dinding batu candi.

Sumber : (detikInet/detik.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *