Usaha Tutup Gegara Pandemi, Pria Pekalongan Ini Keruk Cuan dari Hobi

Robby Bernardi – detikNews

Kabupaten Pekalongan – Usaha game center yang dirintis pria warga Pekalongan, Adlynatha (42), sejak tahun 2010 gulung tikar terdampak pandemi virus Corona atau COVID-19. Namun Adly tidak putus asa, ia kini kembali melakoni hobi menanam anggur yang ternyata juga bisa mendatangkan penghasilan.

“Maret 2020 saya tutup usaha game center. Ya karena pandemi kan dilarang berkerumun. Usaha saya tutup karena menimbulkan kerumunan,” kata Adly saat ditemui detikcom di rumahnya, Perumahan GSM Kebunagung, Kajen, Pekalongan, Senin (2/8/2021).

“Karena menganggur inilah saya teruskan hobi lama saya, yakni menanam anggur,” lanjutnya.

Awalnya, Adly bingung karena tidak punya lahan yang luas. Kemudian dia mencari referensi dari YouTube dan dipraktikkan di rumah.

“Saya lihat di YouTube, akhirnya saya manfaatkan lantai dua yang sebelumnya akan dibangun dua kamar, saya manfaatkan untuk kebun anggur,” jelasnya.

Dari luas lahan sekitar 90 meter persegi di lantai dua ini, menanam anggur, dan membuat bibit anggur mulai digeluti.

“Saya buat banyak bibit. Kemudian saya upload ke media sosial dan YouTube. Eh tidak tahunya banyak yang pesan, apalagi saat melihat anggur saya berbuah,” ucapnya.

Saat ini, diakuinya ia memiliki sekitar 80 jenis bibit anggur.

“Sampai setahun ini saya bisa membuat bibit anggur dari berbagai jenis. Ada 80 jenis bibit anggur dari berbagi negara, seperti China, Jepang, Ukraina, Perancis, India,” katanya.

“Selama ini pemasaran melalui online. Ada juga yang dekat datang ke sini. Mereka tertarik setelah melihat keberhasilan bibit-bibit anggur dan berbuah lebat. Kebetulan saya punya kanal YouTube juga, jadi pelanggan melihat dari sosial media dan kanal YouTube saya,” ungkapnya.

Dari 80 jenis anggur yang ada, beberapa bibit jenis anggur yang kerap diminta konsumennya di antaranya jenis Jupiter, Ninel, Julian, Akademik, Baikonur dan anggur trans.

“Yang banyak diminati itu. Kebanyakan dari berbagai kota membeli secara online. Ya kita juga melayani konsultasi melalui online juga,” ucapnya.

“Untuk harga bibit anggur mulai Rp 125 ribu hingga sejutaan ada. Rata-rata yang banyak dibeli Rp 125 ribu-Rp 150 Ribu, seperti bibit anggur trans Rp 125 ribu. Beberapa kali saya dapat pesanan dari luar negeri juga,” imbuhnya.

Dari hobi, kini menjadi usaha yang diseriusinya. Bahkan, karena cinta dengan tanaman anggur ini, anaknya yang lahir pada 10 Februari kemarin dinamai dengan Arkedia Natania Krasotka.

“Krasotka nama anggur dari Ukraina, yang cantik juga. Saya pecinta anggur, nama anak, saya ambilkan nama anggur yang cantik,” kata ayah dua orang anak ini.

Kini, dirinya fokus menekuni hobi membuat bibit anggur yang hasilnya bisa untuk menghidupi keluarga.

“Alhamdulillah, bisa untuk hidup keluarga. Sebulan ya bisa Rp 6 juta hingga Rp 9 juta,” katanya.

Salah satu pembeli warga Pekalongan, Mabrur (41), mengaku tertarik dengan model tanaman rooftop yang dilakukan Adlynatha.

“Saya tertarik saat melihat YouTube-nya. Tidak memakan tempat, bahkan di rumah pun bisa. Makanya saya mau sekolah di sini, dan beli bibit anggurnya,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *