Proning Position, Cara Untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen Pada Pasien Covid-19

PRONING| – Proning position atau proning merupakan teknik meningkatkan kadar oksigen dengan cara mengatur posisi tidur pasien yang mengalami gangguan pernapasan. Dengan cara ini diharapkan dapat meningkatkan saturasi oksigen.

Teknik ini belakangan dianjurkan sejumlah dokter termasuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Saran tersebut menyikapi banyaknya masyarakat yang memborong oksigen untuk antisipasi menurunnya saturasi oksigen tiba-tiba ketika menjalani isolasi mandiri Covid-19 di rumah.

Padahal, kebutuhan oksigen medis tengah meningkat pesat, seiring lonjakan kasus infeksi virus corona SARS-CoV-2 varian delta.

Apa itu Saturasi Oksigen dan bagaimana cara menaikkannya?

Saturasi oksigen adalah kadar atau tolak ukur untuk menakar besarnya kadar oksigen dalam aliran darah. Pemeriksaan kesehatan ini penting untuk mengetahui seseorang kekurangan oksigen atau tidak.

Umumnya, kondisi ini dialami oleh pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, pneumia, kanker paru-paru, anemia, gagal jantung, serangan jantung, hingga Covid-19.

Salah satu cara untuk mengecek kadar saturasi oksigen didalam tubuh menggunakan alat pulse oxymeter. Alat ini berfungsi menghitung jumlah oksigen di dalam darah dengan cara mengirimkan sinar inframerah ke pembuluh darah kapiler.

Kadar oksigen dalam darah diukur dari banyak cahaya yang dipantulkan dari kapiler, hasil pengukuran pulse oxymeter menggambarkan persentase saturasi oksigen (SPO2).

Perlu diketahui, kadar saturasi oksigen normal dari hasil pengukuran pulse pulse oximeter berkisar antara 95 persen sampai 100 persen.Saturasi oksigen (SpO) mulai menurun ketika kadarnya di bawah 94 persen.

Oleh Sebab itu berikut cara meningkatkan saturasi oksigen dengan cara proning yakni:

Balikkan tubuh pasien dalam posisi tengkurap dengan menempatkan satu bantal di bawah leher, satu atau dua bantal di antara dada sampai paha atas, dan dua bantal di bawah tulang kering selama 30 menit .

Putar posisi tidur pasien menjadi miring ke kanan tanpa ganjalan bantal selama 30 menit.

Ganti posisi tidur pasien menjadi setengah duduk, dengan bagian punggung sampai tengkuk diganjal setidaknya lima banyal selama 30 menit

Putar lagi posisi tidur pasien menjadi miring ke kiri tanpa ganjalan bantal selama 30 menit.

Kembalikan posisi tidur pasien ke posisi awal atau tidur tengkurap dengan ganjalan bantal tersebut.

Ganti posisi tidur pasien dengan mengulang langkah di atas tersebut setiap 30 menit sekali.

Pastikan detak jantung, tekanan darah, dan saturasi oksigen pasien terpantau stabil selama menjalankan teknik proning

Lamanya mengatur posisi tidur untuk proning sebenarnya bisa dilakukan antara 30 menit sampai 2 jam. Tapi, waktu terbaik untuk masing-masing posisi tidur disarankan maksimal 30 menit. 

Hal yang perlu diperhatikan

Meski teknik proning terbilang mudah dilakukan dan sederhana, namun ada beberapa poin yang perlu diperhatikan agar manfaat proning bisa efektif dan optimal.

Proning diperlukan jika pasien kesulitan bernapas dan kadar oksigen di bawah 94 persen.

Hindari tengkurap selama 1 jam setelah makan.

Diperbolehkan tengkurap hingga 16 jam sehari, dalam beberapa siklus, jika merasa nyaman.

Bantal bisa disesuaikan untuk mengubah area tekanan dan kenyamanan.

Pantau setiap luka tekan atau cedera terutama di sekitaran tonjolan tulang.

Bila tidak nyaman, segera hentikan.

Selama isolasi mandiri di rumah, penting untuk memantau oksigen, suhu tubuh, tekanan, dan gula darah.

Jangan lakukan proning pada ibu hamil, pasien gangguan jantung, punya masalah trombosis vena dalam (diobati dalam waktu kurang dari 48 jam), dan punya masalah tulang belakang, tulang paha dan panggul.

Sumber : jabarnews.com, kompas.com, bisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *