5 Makanan Pantangan Penderita Hipertensi yang Wajib Diketahui, Batasi Asupannya

Edelweis Lararenjana

Merdeka.com – Konsumsi makanan dapat berdampak besar pada tekanan darah. Makanan asin dan manis, serta makanan tinggi lemak jenuh adalah jenis makanan yang dapat meningkatkan tekanan darah. Menghindari konsumsi makanan ini dapat membantu mempertahankan tekanan darah yang lebih sehat.

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi banyak buah, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian. Direkomendasikan bagi Anda untuk menghindari daging merah, garam (natrium), serta makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan.

Jenis-jenis makanan yang disebutkan terakhir ini bisa memicu kenaikan tekanan darah Anda. Tekanan darah tinggi atau hipertensi, adalah kondisi kesehatan yang dialami oleh banyak orang di dunia. Hipertensi dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti penyakit jantung dan stroke.

Dalam artikel kali ini, akan dibahas mengenai makanan pantangan penderita hipertensi yang wajib dibatasi asupannya. Dilansir dari healthline.com, ini dia selengkapnya.

Garam

Makanan pantangan penderita hipertensi yang pertama adalah makanan yang mengandung banyak garam atau natrium. Garam adalah kontributor utama bagi kemunculan hipertensi atau tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Hal ini karena garam mempengaruhi keseimbangan cairan dalam darah.

Garam meja mengandung sekitar 40% natrium. American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 2.300 miligram (mg) natrium atau setara dengan 1 sendok teh garam setiap hari.

Acar

Makanan panyangan penderita hipertensi yang kedua adalah acar. Proses pengawetan makanan jenis apa pun pasti membutuhkan garam sebagai bahannya. Hal ini karena garam mampu menghentikan makanan agar tidak membusuk dan membuatnya tahan lebih lama.

Namun, semakin lama sayuran berada dalam pengalengan dan cairan pengawet, akan semakin banyak pula natrium yang terserap. Satu acar timun kecil diketahui mengandung 447 mg sodium.

Gula

Makanan pantangan penderita hipertensi yang ketiga adalah makanan yang mengandung banyak gula. Gula diketahui dapat meningkatkan tekanan darah atau hipertensi dengan beberapa cara.

Penelitian menunjukkan bahwa gula, terutama minuman yang dimaniskan dengan gula, berkontribusi pada penambahan berat badan orang dewasa dan anak-anak. Kelebihan berat badan dan obesitas mempengaruhi kenaikan tekanan darah orang-orang ini.

AHA merekomendasikan batas gula tambahan harian berikut, yakni 6 sendok teh atau 25 gram untuk wanita dan 9 sendok teh atau 36 gram untuk pria.

Makanan Olahan dengan Lemak Trans atau Lemak Jenuh

Makanan pantangan penderita hipertensi yang keempat adalah makanan olahan dengan lemak trans atau lemak jenuh. Untuk menjaga kesehatan jantung, Anda harus mengurangi lemak jenuh dan menghindari lemak trans. Ini terutama berlaku untuk orang dengan tekanan darah tinggi.

Lemak trans adalah lemak buatan yang meningkatkan umur simpan dan stabilitas makanan kemasan. Namun, mereka juga meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL), yang dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Lemak jenuh juga meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Lemak trans sangat buruk bagi kesehatan Anda dan dikaitkan dengan kesehatan jantung yang buruk, termasuk meningkatan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

Makanan kemasan dan siap saji sering kali mengandung lemak trans dan lemak jenuh, di samping gula, natrium, dan karbohidrat rendah serat dalam jumlah tinggi. Lemak jenuh banyak ditemukan pada produk hewani, antara lain susu dan krim penuh lemak, mentega, daging merah, dan kulit ayam.

AHA merekomendasikan pengurangan asupan lemak jenuh dan trans untuk membantu menjaga kesehatan jantung. Salah satu cara untuk mengurangi asupan lemak jenuhnya adalah dengan mengganti beberapa makanan hewani dengan alternatif nabati yang menyehatkan.

Banyak makanan nabati mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang menyehatkan. Contoh makanan nabati meliputi kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun,  dan alpukat.

Alkohol

Makanan pantangan penderita hipertensi yang kelima adalah minuman beralkohol. Minum terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah atau hipertensi. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, disarankan agar Anda mengurangi jumlah alkohol yang diminum.

Pada orang yang tidak menderita hipertensi, membatasi asupan alkohol dapat membantu mengurangi risiko tekanan darah tinggi. Alkohol juga dapat mencegah obat tekanan darah apa pun yang Anda konsumsi bekerja secara efektif melalui interaksi obat.

Selain itu, banyak minuman beralkohol yang tinggi gula dan kalori. Minum alkohol dapat berkontribusi pada kelebihan berat badan dan obesitas, yang dapat meningkatkan risiko hipertensi. AHA merekomendasikan untuk membatasi asupan alkohol menjadi dua minuman per hari untuk pria dan satu minuman per hari untuk wanita. [edl]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *