7 Fakta Pemasok Senjata KKB Papua Bikin Geleng Kepala

Tim detikcom – detikNews

Jakarta – Seorang pemasok senjata Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua ditangkap aparat di Puncak Jaya. Tujuh fakta dari pengungkapan pemasok senjata ini bikin geleng-geleng.

Pemasok senjata itu bernama Ratius Murib alias Neson Murib. Awalnya, dia terbang menggunakan pesawat Rimbun Air rute Nabire-Timika, namun transit di Puncak Jaya.

Dari Neson Murib, muncul detail-detail pasokan dana ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Kelompok Kriminal Teroris Bersenjata (KKTB) di Puncak Jaya Papua. Pihak pemasok dana itu disebut-sebut berasal dari pemerintah daerah, bahkan anggota dewan.

Tak hanya itu, jual beli senjata api untuk KKB ini juga melibatkan duit yang banyak. Sebagian hal yang terungkap sudah berupa fakta, sebagian masih dugaan.

Berikut adalah tujuh fakta pemasok senjata KKP Papua:

1. Ditangkap di Puncak Jaya

Pesawat yang membawa Neson Murib transit di Puncak Jaya, Papua. Sesampainya di Puncak Jaya, Neson diperiksa aparat Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Bandara Mulia Polres Puncak Jaya, Senin (14/6) kemarin.

“Yang bersangkutan Neson Murib diduga jaringan penjual senjata api dan amunisi ke KKTB di Puncak Jaya,” ujar Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudusy melalui keterangan tertulis, Selasa (15/6) kemarin.

2. Bawa uang Rp 320 juta

Dalam penangkapan itu, Neson kedapatan membawa uang sebanyak Rp 370 juta dalam pecahan Rp 100 ribu. Iqbal menduga dana tersebut hendak digunakan untuk membeli senjata api dari seseorang.

“Tim masih akan terus menggali informasi sumber dana serta aktivitas pengiriman uang untuk membeli senjata dan amunisi dari terduga Neson Murib,” kata Kombes M Iqbal ALqudusy, Selasa (15/6) kemarin.

3. Pemasok senjata raup Rp 1,3 miliar

Polisi mengatakan nilai transaksi di proses jual-beli senjata teroris KKB di Pegunungan Papua mencapai Rp 1,3 miliar lebih. Hal ini diungkapkan oleh Satgas Nemangkawi.

“Total yang dikirim dan diterima Rp 1.393.100.000,” kata Kombes Iqbal Alqudussy dalam keterangan tertulis, Selasa (15/6) kemarin.

4. Bawa catatan tolak otsus, penembakan, dan keuangan TPNPB

Neson hendak membeli senjata berbekal uang RP 370 juta di tangan. Tak hanya uang, dia juga membawa catatan yang bikin geleng-geleng kepala.

Salah satu catatan yang dibawa Neson adalah catatan pengeluaran dan pemasukan dana bantuan dari simpatisan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), sebutan mereka sendiri yang berarti sama saja dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Catatan itu disita Satuan Tugas Nemangkawi. Selain itu, ada pula buku catatan penolakan otonomi khusus (otsus) dan aksi penembakan di Kabupaten Puncak. Polisi juga menemukan beberapa buku tabungan atas nama Ratius Murib dan beberapa telepon genggam. Ada juga belasan kertas resi bukti transfer ke pihak-pihak yang diduga jaringan penjual senpi.

5. Catatan penting: Bantuan Rp 600 juta dari Pemda ke KKB

Dari tangan Neson Murib, Satgas Nemangkawi mengamankan catatan yang bikin geleng-geleng. Catatan tersebut adalah catatan bantuan uang tunai dari Pemda Puncak senilai Rp 600 juta untuk pimpinan KKB Lekagak Telenggen pada 6 Februari 2021.

“Masih dilakukan pendalaman penyidikan terkait bukti transaksi yang ditemukan, termasuk benar atau tidaknya aliran dana ke Lekagak Telenggen,” kata Kombes Iqbal Alqudussy saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (15/6).

Lekagak Telenggen adalah salah satu pentolan KKB di sebagian wilayah Papua. Dia adalah komandan operasi TPNPB OPM wilayah Yambi, Gome, Sinak, dan Ilaga di Kabupaten Puncak.

6. Nama Ketua DPRD Kabupaten Tolikara Disebut-sebut

Nama Ketua DPRD Kabupaten Tolikara bernama Sonny Arson Wanimbo disebut-sebut. Disebutnya nama politikus Partai NasDem itu adalah fakta, meski benar atau tidaknya keterlibatan Sonny dalam pembelian senjata untuk KKB ini masih berupa dugaan dan masih ditelusuri aparat.

Neson membawa duit Rp 370 juta untuk membeli senjata dan amunisi. Diduga, uang itu berasal dari Ketua DPRD Kabupaten Tolikara, Sonny Arson Wanimbo.

“Uang tersebut diberikan oleh anggota Ketua Dewan I Kabupaten Tolikara (Ketua DPRD Tolikara) atas nama Sonny Wanimbo,” kata Kombes M Iqbal, Rabu (16/6).

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem masih memastikan kebenaran kabar tersebut. Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali menyatakan pihaknya akan menindak tegas Sonny Arson Wanimbo bila dugaan itu benar adanya.

“Itu baru keterangan dari tersangka (Ratius Murib alias Neson Murib) sehingga kemudian muncul nama tersebut. Benar-tidaknya kita harus beri kesempatan aparat untuk memvalidasi tentang keterangan tersebut,” ucap Ahmad Ali, Rabu (16/6) kemarin.

7. Neson dan Sonny teman kuliah

Neson Murib (alias Ratius Murib) dan Ketua DPRD Kabupaten Tolikara Sony Arson Wanimbo adalah teman semasa kuliah. Hal ini diungkapkan oleh Satgas Nemangkawi.

“Sonny Wanimbo merupakan teman kuliah Neson di Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali yang mana Sonny Wanimbo pada saat itu merupakan Ketua Ikatan Mahasiswa Pegunungan Sejawa dan Bali. Ia aktif dalam kegiatan-kegiatan organisasi dan kongres kemahasiswaan pegunungan,” tutur Iqbal.

Selain itu, Iqbal menyebut sejumlah bukti transfer ditemukan dalam penangkapan Neson. Iqbal membeberkan semua yang terlibat akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi, termasuk Sonny.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *