Bumil Wajib Tahu! 10 Tanda Waktu Melahirkan Sudah Dekat

Ardela Nabila – detikHealth

Jakarta – Waktu persalinan tentunya merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh bumil atau ibu hamil. Namun, sering kali para wanita hamil mengalami kesulitan membedakan apakah tanda-tanda yang dirasakannya betul-betul tanda melahirkan sudah dekat.

Persalinan merupakan proses melahirkan yang dimulai dengan kontraksi pada uterus dan berakhir dengan keluarnya bayi dari dalam rahim. Ketika bayi sudah mendekati waktu kelahirannya, biasanya bumil akan mengalami sejumlah tanda-tanda.

Dikutip dari laman What to Expect, berikut tanda-tanda waktu melahirkan sudah dekat yang harus diketahui oleh para ibu hamil.

1. Posisi bayi ‘turun’

Salah satu tanda waktu melahirkan sudah dekat dapat dirasakan dari posisi bayi yang turun ke panggul. Biasanya, peristiwa ini akan terjadi beberapa minggu sebelum persalinan dimulai, yakni sekitar 2-4 minggu.

Perubahan posisi pada bayi ini terjadi untuk memudahkan bayi keluar dari rahim saat persalinan. Idealnya, kepala akan berada di bawah. Ibu hamil pun biasanya akan menjadi lebih sering ke toilet lantaran kepala bayi yang berada di bawah akan menekan kandung kemih.

2. Leher rahim melebar

Tak hanya bayinya, leher rahim pun akan mulai mempersiapkan untuk kelahiran dan mulai melebar beberapa hari atau minggu sebelum persalinan. Ketika bumil melakukan pemeriksaan rutin, umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan dalam untuk mengukur kelebaran leher rahim.

Meski demikian, progres setiap orang akan berbeda-beda. Ibu hamil tidak perlu merasa khawatir atau gelisah ketika belum mengalaminya.

3. Kram perut dan nyeri punggung semakin parah

Seiring mendekatnya waktu persalinan, wanita hamil akan mengalami kram perut dan nyeri punggung yang semakin parah. Hal ini disebabkan oleh otot dan sendi yang meregang dan berubah untuk mempersiapkan waktu kelahiran.

4. Persendian terasa lebih longgar

Selama masa kehamilan, hormon relaxin akan membuat ligamen menjadi sedikit lebih longgar. Sebelum persalinan, bumil mungkin akan menyadari bahwa persendian di seluruh tubuh terasa lebih rileks.

5. Diare

Sama seperti otot di uterus yang menjadi rileks untuk mempersiapkan waktu persalinan, otot-otot lain di tubuh pun akan mengalami hal yang sama, termasuk di anus. Hal ini kemudian bisa menyebabkan diare.

6. Berat badan tidak lagi bertambah

Berat badan biasanya tidak akan lagi bertambah di akhir masa kehamilan. Bahkan, beberapa wanita hamil mengalami penurunan berat badan. Tak perlu khawatir hal ini akan mempengaruhi berat pada bayi, sebab ini merupakan sesuatu yang normal.

Pada bumil, peristiwa ini bisa terjadi lantaran tingkat cairan ketuban yang lebih rendah. Selain itu, sering buang air serta aktivitas yang meningkat juga bisa menjadi alasannya.

7. Perubahan energi

Pada masa akhir kehamilan, ibu hamil biasanya akan menjadi lebih sulit untuk tertidur pulas di malam hari yang menyebabkan menjadi mudah kelelahan. Namun, ada pula ibu hamil yang justru merasa sebaliknya, yakni sangat berenergi dan ingin melakukan segala aktivitas.

8. Keluar cairan vagina

Pada masa mendekati waktu persalinan, wanita akan mengalami hilangnya sumbatan lendir yang menyebabkan keluarnya cairan vagina berupa lendir, seperti saat keputihan. Namun, biasanya teksturnya akan sedikit lebih kental dan cenderung berwarna merah muda.

9. Kontraksi kuat dan sering

Kontraksi merupakan tanda bayi akan segera lahir. Umumnya, bumil akan mengalami kontraksi Braxton Hicks atau kontraksi palsu selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Tanda persalinan semakin dekat yaitu rasa mulas karena kontraksi hilang timbul. Umumnya, kontraksi ini timbul lebih dari 3 kali dalam 10 menit dengan durasi lebih dari 40 detik. Pada kondisi ini, ibu hamil sudah tidak kuat untuk berjalan. Lalu, bagaimana cara membedakan kontraksi palsu dan asli?

Ketika ibu hamil aktif, kontraksi asli biasanya akan semakin terasa kuat, sedangkan kontraksi palsu akan mereda.

Ketika berubah posisi, kontraksi asli biasanya akan tetap terasa, sementara Braxton Hicks akan menghilang.

Kontraksi asli akan terasa semakin sering dan sakit seiring bertambahnya usia kehamilan dan memiliki pola tertentu. Di sisi lain, Braxton Hicks terjadi secara acak dan tanpa pola.

Kontraksi asli bisa saja terasa seperti kram saat menstruasi.

10. Air ketuban pecah

Pecahnya air ketuban merupakan tanda pasti bahwa bayi akan segera keluar dari rahim. Dikutip dari Healthline, pecah ketuban bisa terjadi sebelum terjadinya kontraksi. Peristiwa ini disebut dengan premature rupture of membranes (PROM). Namun, PROM hanya dialami oleh 8-10 persen bumil saja. Pada kebanyakan kasus, air ketuban akan pecah ketika kontraksi dimulai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *